Beberapa saat setelah kelahiran Muhammad Afham Adhinata Susilo, putra ke-4 gue, banyak ucapan selamat yang kami terima, ada yang telepon langsung, via sms, di whatsapp kami dan juga di wall FB kami. Namun ada satu ucapan selamat yang menyedot perhatian gue. Pada intinya, si pengirim mengatakan bahwa dia mengucapkan selamat atas lahirnya anak gue sebagai pengganti kedua anak gue ( Adel dan Radith ) yang telah wafat.
What?!
Gue ga ngerti gimana caranya, seseorang yang lahir bisa menggantikan posisi seseorang??
Maksud gue, semirip apapun Afham dengan Kakak - kakaknya, dia bukanlah pengganti. Afham adalah Afham, anak ke-4 gue. Dia adalah anak gue yang posisinya sama dengan ketiga anak gue yang lain. Mungkin bakal ga adil buat Afham kalo dia dijadikan "pengganti" dari kakak-kakaknya. Dan Adel maupun Radith adalah tetap Adel dan Radith. Mereka adalah dua anak gue, yang takkan bisa tergantikan. Rasa sayang gue sama terhadap mereka, ada ataupun tiada.
So, stop perlakukan anak gue kayak barang. anak anak gue bukan gelas, kalo ada yang pecah bisa diganti dengan gelas lain.
Dan sekali lagi gue bilang kalo anak gue ada empat. Dua cowok dan Dua Cewek. Andrea, Ardelia, Radith dan Afham.
By the way, thanks buat ucapan selamat atas kelahiran anak ke-4 gue.
No comments:
Post a Comment